Jumat, 21 September 2012
Kamis, 20 September 2012
Senin, 17 September 2012
doa mengubah segala sesuatu
Saat keadaan sekelilingku
Ada di luar kemampuanku
Ku berdiam diri mencari-Mu
Doa mengubah segala sesuatu
Saat kenyataan di depanku
Mengecewakan perasaanku
Kumenutup mata memandang-Mu
S'bab doa mengubah segala sesuatu
Doa orang benar bila didoakan
Dengan yakin besar kuasanya
Dan tiap doa yang lahir dari iman
Berkuasa menyelamatkan
S'perti batang air di tangan-Mu
Mengalir ke mana pun Kau mau
Tiada yang mustahil di mata-Mu
Doa mengubah segala sesuatu-Jonatan Prawira-
Ya Tuhan, saat keadaan sekelilingku ada di luar kemampuanku, apalah daya yang mampu aku lakukan? tidak satupun mampu aku ubah kecuali atas tumpang tangan-Mu yang menjadikannya baru..
aku sendiri bahkan tidak tahu Tuhan, mau ke mana aku dibawa, tapi aku percaya Firman-Mu adalah pelita bagi setiap langkahku. aku tau aku akan dipimpin untuk pergi menuju tempat yang telah Kau sediakan untukku berkarya..
tak ada seorangpun mampu mengerti hati yang hancur, akar pahit dan setiap bait penggalan penggalaman yang membuatku lalu seperti hilang dan takut akan dunia. tapi Kau yang maha Tahu, aku yakin Kau menyelidiki hatiku sampai pada kedalamannya. Tak ada Tuhan yang luput dari penglihatan-Mu.
peganglah tangan-Ku senantiasa. mampukan aku melewati setiap jalan untuk akhirnya keluar sebagai pemenang..
banyak hal, Bapa, terjadi tak sesuai dengan apa yang aku harapankan, sebab manusia memang mengecewakan, namun janji-Mu benar adanya. biarlah aku dibasuh oleh bilur kasih-Mu, untuk mampu memaafkan, menuntaskan setiap akar pahit yang lama tertanam. Jadikan ini Bapa, pelajaran bagiku, namun jangan sampai aku terkubur dalam trauma yang dalam. kuatkan aku dalam setiap perjalanan hidupku.
dan aku percaya, Bapa, di dalam doa aku menemukan jawaban. di dalam doa aku merasa percaya. aku percaya Kau tak pernah melalaikan doa yang sungguh-sungguh. aku menyerahkan setiap hariku, setiap waktu hidupku untuk Kau pakai sesuai rencana-Mu.
Rabu, 12 September 2012
Fontana di Trevi
kemarin aku tiba-tiba dapat sebuah inspirasi untuk menulis sebuah cerita pendek dengan tajuk fontana di trevi. sebenarnya tidak sengaja juga dapat inspirasi ini, tapi lalu membuatku sepanjang hari ini tak henti-henti memikirkan kota Roma.
fontana di trevi atau sering juga disebut trevi fountain, adalah air mancur tercantik dan paling terkenal di kota Roma. hadir dengan sebuah kolam yang menyajikan patung-patung indah karya Nicola Salvi, dibuat pada pemerintahan Paus Clement XII. ada mitos yang mengatakan, kalau kita melempar koin ke dalam kolam air mancur ini, dengan posisi tubuh kita memunggungi air mancur, niscaya kita akan kembali lagi ke kota ini.
tiba-tiba saja aku jatuh cinta pada Kota Roma. aku browsing tentang pariwisata di ibu kota Italia ini. sebenarnya sudah beberapa kali ada yang cerita padaku, Roma adalah sebuah kota yang indah (dan romantis juga), dengan bangunan-bangunan peninggalan sejarah.
sebut saja Colosseum, bangunan tempat para gladiator yang dulu bertarung dengan binatang buas hingga berhari-hari sampai mati.
Atau Piazza Navona, yang juga dijadikan tempat syuting film yang diangkat dari novel Dan Brown, Angels and Demonds.
tiba-tiba saja baru aku sadar betapa cantiknya Kota Roma ini. pantas saja orang-orang seni ternama lahir dari kota ini, bagaimana tak terasah jiwa seninya kalau tiap hari melihat pemandangan seindah yang baru aku saksikan dari foto-fotonya saja.
kebetulan juga, salah satu penyanyi favoritku berasal dari negara Italia ini, Andrea Bocelli.
ingin rasanya bermimpi, suatu hari nanti bisa ada di Kota Roma, nonton konser Andrea Bocelli lalu menikmati setiap jengkal keindahan kotanya. Kota yang tiba-tiba terbayang-bayang terus dalam pikiranku..
suatu hari, di hadapan Fontana di Trevi....
Senin, 10 September 2012
ketika dokter berdoa
Bapaku di sorga,
setiap langkah di dalam perjalanan hidupku adalah karena rancangan-Mu yang indah. rancangan yang terbaik, yang Kau sediakan, bahkan sebelum aku ada. sebelum aku sendiri mampu mengerti apa artiku untuk hidup.
Kau lah Bapa yang setia menjaga dan memelihara setiap langkah hidupku, agar senantiasa berada dalam rangkaian perjalanan peziarahan hidup.
sebagai seseorang yang Kau tugaskan sebagaimana aku sekarang, kiranya Bapa tetapkan aku untuk senantiasa menjadi dokter yang takut akan Bapa. sebab takut akan Tuhan adalah landasan setiap kebaikan hati dan ketulusan. kebenaran-Mu biarlah menjadi pelita langkah hidupku.
jauhkanlah daripadaku keinginan mengumpulkan materi dan harta benda, menjadi hebat lagi tinggi hati. biarlah aku menjadi perpanjangan tangan-Mu yang renah hati dan menunduk pada firman-Mu. kiranya aku bekerja dengan setia di kebun anggur-Mu.
cukupkanlah rizki bagiku sesuai dengan kehendak-Mu saja. ajar aku menerima upah sorgawi yang terlebih besar lagi. sebab aku mengetahui, ketika kutemukan Kerajaan Allah, maka segalanya akan ditambahkan kepadaku. maka biarlah aku bekerja demi Kerajaan-Mu.
janganlah secara sadar maupun tak aku sadari, aku merampas yang bukan menjadi hak-ku, membebani mereka yang datang sebagai pasien, melahirkan jerit penderitaan mereka yang bertambah. biarlah aku peka dan tidak menjadi batu sandungan kepada mereka yang mencari penyembuhan.
pakailah aku sesuai rencana-Mu, utuslah aku di mana Kau rasa aku mampu menghadapi setiap badainya. di tempat aku boleh berkarya dan melayani bukan justru dilayani. memberi dan bukan untuk diberi.
dan Bapa, katakanlah kepada mereka yang berharap lebih kepadaku, aku bekerja di ladang anggur-Mu, kepunyaan-Mu dan tak lagi ingin memikirkan hal-hal duniawi. mereka yang paling hina adalah saudara-saudaraku. rekan-rekanku di dalam Kerajaan sorga kelak.
dan setiap pergumulanku, Bapa, aku serahkan hanya di dalam tangan-Mu yang selalu mengangkatku dan memulihkanku.
AMIN
dan aku bermimpi tentang dunia yang baru
sudah hampir satu tahun aku menjalani masa kepaniteraan klinik ini. sudah enam rumah sakit. enam suasana berbeda. berat selalu diawalnya, tapi lalu menyisakan kenangan yang manis setelahnya.
malam ini aku terpikir tentang satu hal. tentang tujuan hidupku. kadang aku melamun, kalau aku bicara soal tujuan hidupku yang bukan jadi dokter terkenal di kota besar, apa orang lain akan paham?
aku bermimpi tentang sebuah pengabdian di daerah terpencil. aku ingin benar-benar merasa "ada" ditengah masyarakat. aku ingin sekali pergi jauh dari jakarta. sumpek. mati. ya. kota mati. kota tanpa kegilaan-kegilaan. kota hampa.
aku tak pernah berpikir jadi dokter yang kerja di klinik 24 jam di kota, digaji sekian puluh ribu per pasien, jaga malam, atau kesibukan lainnya itu.
aku senang berandai-andai, bekerja di sebuah daerah yang sangat terpencil, yang mungkin aku hanya akan dibayar dengan sekarung singkong. aku ingin ada di tengah-tengah mereka yang lebih membutuhkanku. aku ingin menemukan jalan hidupku sendiri, di sana, di tempat aku merasa lebih berarti, lebih ada artinya dan tentu lebih bahagia
tidak terpikir hidup di kota, kaya, banyak uang, sama sekali tidak. itu bukanlah seperti yang aku mau.
aku di sini, sebagai dokter muda, yang hampir selalu mendengar mereka bilang aku "salah jurusan", tapi aku tak lagi mau ambil pusing. aku tak lagi peduli. terserah mereka bilang aku salah jurusan, tapi di hatiku, kupegang teguh sumpah Hipocrates yang akan aku ucapkan kelak. saya akan menghargai setiap kehidupan mulai dari proses pembuahan.
kalau aku salah jurusan, takkan aku biarkan aku menyakiti diriku sendiri. berlelah-lelah dengan segala jenis kepaniteraan ini. buat apa kalau aku tidak punya sebuah tujuan yang aku kejar?
aku mencintai pekerjaanku, dan pekerjaan ini adalah misi kemanusiaanku. misi sosialku. takkan ada yang bisa mengubahnya.
dear matahari
dear matahari,
hai. apa kabarmu di ujung senja ini? aku lama tidak mendengar apapun tentangmu. lebih kepada karena aku memang tidak ingin mendengarnya sih. aku sedang berusaha mengubur semua cerita yang pernah ada diantara kita. aku sudah banyak berubah dan kau juga pastinya begitu.
aku berencana kembali, ke kota kecil tempat pertama kali kita bertemu. aku datang mungkin bukan hanya untukmu, tapi aku ingin juga membuktikan kepadamu, aku masih tegar berdiri di sini. aku tak serapuh itu.
jujur saja, matahariku, aku cukup kecewa dengan "peristiwa" yang membuat hubungan kita berantakan seperti sekarang, tapi aku sekaligus bersyukur, ini memang sudah seharusnya berakhir.
terima kasih untuk senja-senja yang manis, yang selalu kamu bawa di waktu itu. aku bahagia pernah menikmatinya..
Langganan:
Postingan (Atom)




