aku sudah berencana ikut jaga lagi malam ini. ada sebuah alasan yang mendasarinya, tapi tidak usahlah aku jelaskan alasannya, yang jelas, aku mau jaga malam ini dan harus jaga malam ini.
personil malam ini: dr Ken (lagi), Mas Yoga, Mas Andre, Mas Wayan dan Mas Agus, jadi otomatis aku perempuan sendiri.
Pasien malam ini juga tidak terlalu banyak. kami punya banyak waktu untuk ngobrol, makan-makan, bahkan sampai foto-foto. Selalu seru kalau jaga dengan Mas Yoga dan Mas Andre. Rasanya waktu cepat sekali berjalan kalau diisi dengan tertawa-tawa.
Tengah malam malah masih sempat rebutan chunkie bar, mainan raket listrik atau sekedar bercanda saja.
Kalau ditanya kenapa aku senang sekali jaga di IGD, aku juga gak tahu apa jawabnya. Aku senang aja. Aku merasa jauh lebih baik kalau aku ada di IGD. mungkin, membantu orang yang memerlukan bantuan itu akan meringankan beban penderitaan diri kita sendiri.
Sepanjang malam Mas Yoga ini gak berhenti-berhenti menggoda, pokoknya aneh-aneh aja ulahnya. mulai dari soal "merazia" makanan di kulkas IGD sampai soal Bunga dan Mawar. Apa coba Bunga dan Mawar..ha ha ha...jadi pingin ketawa tiap ingatnya.
Malam ini aku benar-benar tidak tidur. Mas Yoga saja dan Mas Wayan yang istirahat di belakang, sementara aku dan Mas Andre tetap jaga di depan sampai pagi. Paginya, serius ngantuk banget. Tapi tetap hepi koq. Kapan sih jaga di IGD MW trus gak hepi? :)
Ini jadi jaga malam penutup di liburan kali ini. sedih rasanya gak bisa jaga malam lagi, tapi aku ebanr-benar bersyukur merasakan senangnya suasana jaga malam. Kan jaga malam ini hanya atas dasar kemauanku sendiri. walaupun kadang malu rasanya kalau sudah banyak ditanya "jaga malam, morin? atau "hah? jaga malam lagi?"
Rabu, 02 Januari 2013
Night Shift part II (311212)
malam tahun baru nih... 31-12-12....
jujur, chest pain ku sedang kambuh. sorenya sempat pakai ISDN sampai 5mg saking sakitnya, padahal paginya sudah minum 2,5mg juga. tramal juga sudah masuk plus asmef, tapi nyeri dadanya belum berkurang. novalgin iv belum masuk sih.
tapi setelah aku pikir-pikir, di kost sendiri merayakan pergantian tahun pasti cuma akan bikin aku tambah badmood, tambah gak bisa mengalihkan rasa nyeri dan malah bosan sendiri, jadi aku putuskan untuk ikut jaga malam.
tapi sebelum jaga, aku mampir dulu ke apotek, ambil novalgin iv dan ISDN supaya bisa hilang nyeri dadanya. di apotek, sudah ketemu dengan mas andre, yang langsung menyambut dengan "ah, gitu ya morin sekarang, jaga malamnya pas aku gak jaga. ah, gak seru.." hadewww... +.+
sebelum jaga, mas andre akhirnya suntik iv novalgin untukku. lumayan lah setelah dapat novalgin, chest pain-nya jauh berkurang.
jaga malam ini bareng dengan mas made, mas wayan dan kak tere. Sebenarnya aku nggak sangka kalau akan jaga lagi dengan Mas Wayan. Aku pikir malam ini yang jaga hanya Mas Made dan Kak Tere saja. Tapi ya sudahlah, malah jadi tambah seru kan. dan lagi-lagi berjodoh jaga dengan dr Ken. Sepanjang jaga liburan ini selalu deh sama dr Ken, padahal nggak direncanakan begitu.
banyak yang heran dengan keputusanku jaga di malam tahun baru, karena konon katanya banyak kecelakaan kalau malam tahun baru. spalk bahkan sudah ditaroh di depan, persiapan. haduh, aku jadi bingung, tapi mudah-mudahan jangan banyak KLL ya.
jam sebelas malam satu KLL masuk. pasien perempuan dengan CKS. dr Ken langsung tersenyum padaku sambil bilang, "Nah kan, sudah mulai nih.." aku cuma bisa tersenyum menanggapi kelakarnya.
tapi ternyata malam itu tidak banyak KLL. hanya satu itu saja. aku, Mas Made, Mas Wayan, Kak Tere dan Mas Agus malah lebih sering ngobrol dan bercanda-canda. Kita juga sempat berfoto-foto lucu karena IGD memang sepi (ehh..maap ngomong "jorok").
jam tiga dini hari, aku, Mas Wayan dan Mas Made ke belakang untuk istirahat sementara Kak Tere tetap di depan.
Jam setengah tujuh esok harinya aku dibangunkan Mas Made, katanya "Morin, mau bangun atau mau lanjut tidur?" dengan masih mengantuk akhirnya aku bangun. setelah dipikir-pikir aku ini jahat juga ya, masa aku yang statusnya koass malah minta mas made, katim (ketua tim) malam itu yang membangunkan aku. duh, jadi merasa bersalah. Maaf ya, Mas Made :)
Paginya aman saja. Malah sempat berpose dulu dengan abang Hendra dan Mas Dibyo yang dinas pagi. Sempat bercanda-vanda dulu sebelum pulang.
Minggu, 30 Desember 2012
be your secret admirer
dan aku senang menatapmu lama-lama dari tempatku bekerja, atau sekedar "melarikan diri" sejenak, sebab tau kau ada di sana. senyummu, tawamu, semua jadi spesial sejak pertama kali aku kembali menginjakkan kaki di kota kecil ini.
ribuan doa aku panjatkan, supaya aku masih boleh menemuimu lagi, di kota kecil, di rumah sakit kecil dan ditengah persahabatan kecil diantara kita. aku bersyukur setelah kesempatan itu datang kembali. aku tak sabar ingin melihatmu lagi. apa kabarmu? akankah kau terkejut melihatku kembali? apa kita akan bercanda lagi seperti dulu?
aku harus bersabar menunggu sampai pada waktunya, di tengah jutaan kekhawatiran yang sudah menerkamku sejak aku ada di tempat kita pertama kali bertemu. kau di mana? sudah berhari-hari dan aku masih belum dapat menikmati senyummu lagi. kau ada di mana?
ketika akhirnya aku menemuimu lagi, senyummu menjadi pembukanya. lambaian tangan tanda kau belum melupakanku menjadi penawar rindu yang begitu mujarab. habis sudah penantian begitu lama. senang melihatmu lagi, bercanda dan saling bertukar cerita.
semua orang mempertanyakannya, soal mengapa ada sebuah benang yang terkait antara aku dan kau, yang aku sendiri tak mengerti darimana awalnya mengapa kita berkawan, mengapa ada hal yang membuat kita selalu ceria saat bertukar cerita..
tapi, diantara setiap hal yang aku rindukan, aku tahu jutaan batas yang tak mampu aku lampaui. bisa menemuimu, bisa bercerita denganmu, sudah menjadi penawar rinduku, sudah menjadi bagian membahagiakan walaupun tidak setiap hari. bila pagi kita bertemu, aku bahagia mengawali hari dengan senyummu. bila malam kita baru berjumpa, aku senang membawa senyummu dalam mimpiku...
tak lama lagi aku harus kembali meninggalkanmu. di sini. di kota kecil ini. di rumah sakit kecil ini. di ruangmu yang sempit ini. dan aku tahu, kalau suatu hari aku kembali, semua takkan lagi sama...
Kamis, 27 Desember 2012
261212 dinas malam perdana
Seperti janjiku tanggal 24 Desember yang lalu pada Mas Wayan, Mas Andre dan Kak Siwi, malam ini aku datang untuk ikutan jaga malam. Aku lagi libur sebenarnya, tapi agak malas juga mau balik ke Bekasi. Banyak alasanku kenapa tak ingin pulang, tapi ya sudahlah, lupakan soal kenapa aku tak ingin pulang padahal aku libur panjang dari tanggal 23 Desember sampai tanggal 3 Januari nanti.
Kedatanganku ke IGD malam itu membuat dokter jaga dan beberapa kakak perawat terkejut. kalau Mas Andre dan Mas Wayan dan Kak Siwi tentu sudah tidak terkejut, karena memang aku janjian dengan mereka bertiga.Tapi sepertinya kakak-kakak IGD sudah hafal, aku ini senang sekali di IGD, kayaknya gak ada satu haripun aku melewatkan sekedar main atau bantu-bantu sejenak di IGD walaupun bukan jadwalnya aku jaga.
dr Ken yang bertugas jaga malam ketawa tidak percaya kalau aku bakalan ikutan jaga malam. sampai ditanya berkali-kali apa betul aku mau jaga malam. Aku jadi bingung sendiri. he he he.
Susunan personil igd malam itu : dr Ken, Mas Dibyo, Mas Wawan, Mas Andre, Mas Wayan, Kak Siwi dan aku. Rame juga ya..tapi makin rame kan makin seru.
Pasien yang datang tadi malam lumayan juga jumlahnya. Kantukku hilang karena pasien masih saja berdatangan. Aku bantu-bantu apa yang aku bisa.
Belakangan ada pasien dengan riwayat kejang datang. Saking seriusnya aku menganamnesis orang yang mengantarkannya, aku sampai tak terlalu memperhatikan siapa yang aku ajak bicara. Tiba-tiba saja baru aku ingat, rasanya koq aku pernah lihat mas yang lagi aku ajak bicara ini. Spontan saja aku bilang "Eh, mas.. kayaknya pernah ketemu, di mana ya mas?"
Si Mas malah memandangku dengan tatapan datar sambil bilang, "Nggak, belum pernah ketemu. Mbaknya salah orang kali."
Asli, malu banget. aku sampai mikir dalam hati, gila kepedean banget sih gue ini. Tapi belakangan aku pikir, aku rasanya pernah lihat mas ini. Tapi karena tadi sudah terlanjur malu, aku nggak berani nanya lagi. Bahkan anamnesis lanjutan saja aku nggak berani sambil natap matanya. Masih malu.
Tapi koq ya hatiku bilang ini orang karyawan rumah sakit, jadi aku pertaruhkan sekali lagi rasa maluku. aku bilang ke mas itu, "Mas, mas kerja di sini kan ya?" dan si mas memberikan jawaban yang membuatku langsung merasa wajahku memerah karena malu, "Nggak koq, saya biasanya jualan sayur di pasar.." habis itu aku jawab, "Tapi koq mirip banget ya sama karyawan di sini.." tapi kalimat itu aku ucapkan sudah dengan perasaan malu banget. Buru-buru aku tinggalkan si mas dan melapor pada dokter jaga.
Saat sedang menulis status pasien baru, bahuku di tepuk, sama si mas yang tadi ngakunya jualan sayur di pasar itu, si mas bilang "Mbak, masa nggak ingat saya sih? saya kan tugas di Seroja.." Nah kan!!! haseemmm...langsung aku tinju lengan si mas. Apa aku bilang tadi, aku kenal koq mas ini, cuma agak-agak lupa, maklum, kan jarang berkunjung ke ruang Seroja lagi. Si mas masih tertawa-tawa dengan sikapku, "Ihh...mas jahat banget.." kataku. "Kamu percaya beneran toh?" Aku jawab, "Ya iyalah mas, makanya tadi aku malu banget. Dasar mas tukang sayur." kataku sembari sekali lagi meninju lengannya. Aku ketawa sendiri setelahnya kalau ingat kejadian itu. Antara merasa malu, bodoh dan polos banget.
Semua di IGD sedang sibuk, padahal jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Pasien kejangku muntah, jadi aku dan dr Ken buru-buru memindahkannya ke ruang resusitasi dan dr Ken melakukan suction. sedang di-suction, si pasien menggigit selang suction, terpaksa aku dan dr Ken kerja keras untuk melepaskan selang suction itu dari gigitan si bapak, dan sebuah hadiah tengah malam buatku: waktu selangnya berhasil dicabut, wajahku terpercik muntahannya. duhhh...
dr Ken langsung tertawa sambil mengutarakan maaf. Aku diperkenankan meninggalkannya buat cuci muka dulu.
Waktu berangkat dinas kan aku pakai bedak, jadi kalau aku hanya bersihkan yang ada percikan muntahnya, bisa-bisa wajahku malah belepotan, terpaksa aku sekalian cuci muka. Menghapus semua polesan make up tipis di wajahku. setelah wajahku bersih baru aku kembali bertugas.
Sebagai satu-satunya tenaga medis perempuan malam tadi, aku kebagian "mengurus" pasien yang perempuan apabila butuh EKG atau mamasukkan obat suppositori. Aku juga sempat memasang kateter untuk seorang pasien perempuan dengan penurunan kesadaran. Ya pokoknya malam itu, apa yang bisa aku kerjakan, aku kerjakanlah.
Belakangan mas wayan pergi merujuk pasien ke RSU Abdul Muluk, jadi susunan personil berkurang satu.
Jam setengah satu Ka Siwi sudah mengajak tidur, tapi aku belum ingin tidur, takutnya kebablasan. aku kalau sudah capek kan kalau tidur suka nggak bisa dibangunin, jadi mendingan aku tetap di depan lah, lagian Mas Wawan, Mas Dibyo dan Mas Andre juga masih duduk-duduk ngobrol.
Jam dua dini hari akhirnya Mas Wawan dan Mas Dibyo ke belakang duluan, sementara aku di depan dengan Mas Andre dan Mas Wayan yang sudah kembali dari merujuk pasien. Mas Andre bobo manis jadi aku ngobrol-ngobrol dengan mas wayan. serunya, mas wayan pernah pendidikan di RS Imanuel juga, jadi kita cerita-cerita deh tentang Imanuel.
Belakangan Mas Wayan sudah mengajakku "razia". Razia di IGD ini ya artinya razia makanan di dapur. he he. Aku dan Mas Wayan ke dapur dan makan apa saja yang bisa di makan. Kebetulan kan aku biasanya simpan persediaan makanan di kulkas IGD. Aku makan rainbow cake sementara Mas Wayan makan mie goreng. Selesai kami me-"razia" dapur baru kami balik lagi ke meja depan.
Jam empat subuh datang dua pasien lagi, aku bantu-bantu dulu bareng Mas Wayan dan Mas Wawan. Mas Andre sudah gantian istirahat di belakang, sementara Mas Dibyo memang sudah pindah ke depan sih, tapi tetap aja melanjutkan bobo manisnya, jadi aku sama Mas Wayan yang kerja.
Dokter Ken sudah kasih izin aku buat istirahat, aku bilang aku takut tidurnya keterusan, kata dokter Ken nggak apa-apa, jadi akhirnya jam 4.30 aku pergi bobo manis di kamar jaga bareng Mas Andre dan Mas Wayan.
Benar saja, aku tidur dengan pulasnya. Aku nggak tahu kalau Mas Andre dan Mas Wayan sudah bangun duluan. Aku baru bangun waktu Mas Agus yang dinas pagi masuk ke ruangan dan nggak sengaja mengagetkanku waktu menyalakan lampu. Sempat terjadi kehebohan sejenak mengetahui aku tidur di sana, mereka pikir aku sakit, karena dulu kan sempat waktu aku sakit aku juga bobo manis di kamar jaga perawat..ha ha..padahal kali ini aku ikutan dinas malam :)
Dengan wajah yang masih ngantuk, aku jalan ke ruang depan yang langsung disambut dengan ketawanya Mas Dibyo, Mas Andre dan Mas Wawan. Langsung aku protes, "Ihh Mas Andre jahat banget, udah bangun duluan nggak bangunin aku.." Mas Andre tertawa, "Katanya Mas Dibyo jangan dibangunin dulu.." Haissshhh Mas Dibyo nih yaaa...masih disambung ketawa jahatnya Mas Dibyo, "Udah bangun? ha ha ha katanya mau tidur sampai siang.." ihhh Mas Dibyo jahaattt +.+ kan aku malu sama yang dinas pagi. Mas Andre masih menambahi, "Katanya mau bangun jam sembilan? Tadinya mau aku biarin aja tidur terus, nanti jam sembilan aku sms dari rumah bangunin kamu.." hasyeeemmm....
Nyawaku masih setengah di ruang depan karena memang masih ngantuk banget. Selesai kakak2ku aplusan, Aku bereskan tas dan kita pulang sama-sama.
Senang banget jaga malam perdana ini. biasanya kan hanya merasakan jaga pagi atau jaga sore, kali ini bisa ikutan jaga malam terasa begitu berbeda. aku masih ingin ikutan jaga malam lagi... yukkk jaga lagi. Oh iya, makasih ya dr Ken, mas Dibyo, Mas Wawan, Mas Andre, Mas Wayan dan Kak Siwi :D
Selasa, 25 Desember 2012
opname hari 1 -RSMW-
02 desember 2012
setelah dua hari sendirian di kost, minggu pagi ini akhirnya aku diantar ke IGD tempat aku bertugas sebagai koasisten anak. jujur, sebenarnya malu banget mau ke IGD. pasti deh diketawain, pasti deh diledekin. tapi mau nggak mau harus ke IGD. semalam tadi sudah nggak bisa makan dan minum lagi karena muntah-muntah terus. sudah nggak diisi makanan pun, aku masih muntah-muntah. benar-benar lemas rasanya. kalau yang lain berpikir ke arah Hepatitis akut, aku tidak. Dibandingkan dengan Hepatitis, aku jauh lebih takut kalau penyakitku kambuh. Dengan latar belakang sudah memberhentikan terapi tiga bulan lebih dan sekarangpun tidak bisa masuk antibiotik oral, aku khawatir kalau ini ada hubungannya dengan sakitku (yang seharusnya diprofilaksis itu)
benar saja, sampai di IGD sudah disambut ketawanya mas Yoga, mas andre. duh...malu banget. mau rasanya pulang. atau, kalau ada pilihan lain, pasti aku pilih ke rumah sakit lain aja. serius, malu banget. masa biasanya jadi koass sekarang jadi pasien. walaupun ini bukan pertama kalinya aku harus masuk IGD sebagai pasien (dulu saat stase di RS Rajawali, Bandung pernah opname juga). Di sini, malunya itu lebih-lebih deh. Sedih tau, biasanya bisa kerja di sini koq malah sekarang jadi pasiennya.
pagi itu dr pina masih bertugas di IGD. aku disuruh cek lab dulu. lumayan juga rasanya ya kalau ditusuk jarum di saat badan lagi lemas banget. kayaknya seratus kali lebih sakit dari biasanya, padahal kan biasanya memang aku sering suntik iv, tapi koq ini berasa jauh lebih sakit.
waktu ke IGD aku tidak berpikir sama sekali kalau harus opname. aku hanya berpikir dapat suntikan ondancentron, pantoprazole, lalu pulang dengan obat minum saja. ternyata aku disarankan untuk opname saja. aku mencoba menawar, maksudku, observasi saja di IGD sampai sore setelah itu pulang. tapi akhirnya sih opname juga.
abang hendra yang pertama kali pasangkan infus dan skin test untuk ceftriaxone yang akan masuk. aduh, aku males banget deh sama skin test ini. perihnya itu loh. itu juga sih tadinya alasan aku nggak mau opname. aku takut harus skin test kalau masuk antibiotik, apalagi leukosit ku yang menunjukkan angka 18.500, duhhh..jangan-jangan benar yang aku pikirkan soal sakitku yang kambuh itu.
pasang infus kelar, narfoz sudah masuk, tapi begitu masuk omeprazole injeksi, infusnya bengkak. ya Tuhan, ini bencana lagi. paling malas kan harus ditusuk berkali-kali. karena memang flebitis, akhirnya infus di tangan kananku di aff dan mas yos yang akhirnya pasang infus di tangan kiriku. untung sekali tusuk saja :)
dari pagi aku di IGD, sempat ditemani dua kawanku tapi belakangan mereka pulang. diledekin melulu sama kak tere, kak iges. duh, malu banget tau :(
paling malu itu waktu pergantian jam dinas terus perawatnya sedang aplusan. duh, aku sampai nutupin wajahku pakai selimut. tega banget deh mas yos ini. pas di tempatku mas yos bilang "ini mbak morin dengan febris dan vomitus..lagi tunggu kamar, oh ya nanti dietnya mie ayam sama pempek favorit.." dasar mas yos! malah mas made ketawa-ketawa lagi. ihhh...kalo aku lagi gak sakit, sudah aku cubitin satu-satu :p
di IGD ternyata susah ya buat tidur. rame banget igd sore itu. sedih rasanya ada di IGD jadi pasien, padahal lagi rame. maunya ikutan bantuin kakak2ku di IGD. tapi ya sudah, terlalu memforsir diri kayaknya, makanya sampai sakit begini. belakangan mas made masih tolong boluskan novalgin untukku karena nyeri dadanya kambuh.
sorenya, dr pina datang lagi bawakan makanan dan susu. duh, baiknya. aku kira tadinya dr pina cuma mampir, nggak taunya sengaja datang karena katanya pasti aku nggak ada yang ngurus. jadi terharu :)
sore itu akhirnya aku masuk ruang anggrek dulu. dr pina yang nganter pula. aduh, asli malu banget sebenarnya. malah jadi tambah pingin pulang.
rasanya pingin cepat besok, pingin pulang dan tugas lagi seperti biasa. nggak mau sakit begini lagi. malu nya itu loh nggak nanggung-nanggung.
Kamis, 29 November 2012
tiap kepingan kecil
sudah dari sananya, aku ini seseorang yang senang mengingat kebaikan hati orang lain, namun nilai negatifnya, aku juga bukan seseorang yang mudah melupakan bila ada orang yang pernah menyakiti hatiku. aku terlalu punya banyak kapasitas di dalam lobus-lobus otakku.
malam ini aku jaga sore lagi. jaga sore ini sedikit diwarnai rasa kesalku, tapi tak lah terlalu masalah, sebab aku memang suka jaga di IGD. aku tak peduli lagi soal adil atau tidak adil. terserah mereka yang mengatur jadwal. semakin banyak kesempatanku jaga di IGD, semakin aku punya banyak kesempatan menghibur diriku dengan segala jenis canda dan tawa yang ada di sana, seperti yang mas Y selalu bilang, "di sini tempat kalau kamu lagi badmood, karena kamu bisa ketawa-ketawa lagi, lupa sama semua rasa kesalmu." YEY! benar banget.
sore ini jaga dengan kak T, kak Y, mas Y, mas A dan kak E. dari awal datang, sudah senang saja bawaannya. kerja dengan kakak-kakak IGD ini memang selalu mengasyikan. aku sudah datang jam 16.20 di IGD, lagian bosan juga di kost. lebih seru jaga bareng. lagipula, susunan personil sore ini sangat mengasyikan.
aku banyak ikuta mas A, baik menginfus atau tindakan lainnya. aku senang saja. masih ingat kan mottoku di IGD? aku takkan duduk kalau masih ada kakak2 perawatku yang bekerja. aku di sini bertugas mengikuti mereka. belajar dari mereka. itu gunanya di IGD kan?
sore ini pasien tak terlalu ramai. sesekali kami bercanda, bertukar cerita atau seperti biasa, saling ngegombal ria. aku perhatikan, memang hanya aku inilah koass yang hiperaktif di IGD RS satu ini. tapi, masa bodo amat. aku memang suka di sini.
jam tujuh malam, mas A memanggilku makan. katanya ada mie goreng. serius, aku pikir mie goreng dalam jumlah banyak, yang bisa dimakan sama-sama. setelah ke dapur, ternyata sebungkus mie instan yang hanya diseduh air panas. aku terbahak-bahak mengetahuinya. tapi toh aku makan juga. aku jujur saja tidak lapar, tapi sekedar ingin seru-seruan aja. rasa mie instan itu lumayan. aku menyukainya karena pakai bumbu ketulusan. makan sepiring berdua sambil cerita-cerita sungguh membuat aku makin terhibur.
malam itu aku dapat kesempatan mencoba pasang infus. tau kan bagaimana sulitnya memasang infus di rumah sakit ini? tapi aku boleh dapat kesempatan ini. senang rasanya. aku sangat berterima kasih pada kakak-kakakku.
setelah makan aku sempat membantu mas A untuk memasukan obat supp untuk seorang ibu yang datang dengan kesakitan. ada dua obat supp itu, tapi kata dokter satu saja yang dimasukkan. aku ingat obat tersebut sudah aku kembalikan pada mas A.
menjelang akhir jam jaga, kami masih sempat bercanda dan bersenda gurau. tertawa-tawa sampai rasanya perutku kram. mas Y, mas A dan kak T, semuanya menjadi kawan bercanda yang paling mengasyikan.
malam harinya saat aku sudah di kost, aku menemukan sebuah obat supp di saku snelliku. aku heran. apa iya tadi aku lupa mengembalikan obatnya? tapi seingatku, aku tak mengambil yang sisa satunya. Mas A yang pegang obat sisanya. jadi kemungkinan besar kalau obat itu ada di saku snelli-ku, maka Mas A lah yang meletakkannya tanpa sepengetahuanku. ah, baiknya mas nya aku yang satu ini.
aku selalu berterima kasih untuk kebaikan hati kakak-kakak semua. sudah tak terhitung rasanya berapa puluh kali aku dibantu, entah menyuntikan obat, entah mengerjakan tindakan, atau lainnya. aku sangat-sangat berterima kasih untuk setiap waktu yang pernah kita lewati sama-sama.
Metro, 28112012
Rabu, 21 November 2012
IGD 21-11-2012
hari ini sebuah pengalaman yang takkan aku lupakan terjadi di IGD tempat aku tengah bertugas sebagai koasisten anak.
hari ini nyeri dadaku kambuh, setelah empat hari tanpa rasa sakit sama sekali setelah dapat suntikan analgetik. nyerinya tiba-tiba saja datang. pagi hari aku masih bertugas seperti biasa. masih tertawa-tawa, masih tugas di poliklinik seperti hari-hari sebelumnya. tapi sekitar jam dua belas siang, aku merasa dadaku nyeri. akhirnya aku coba minum satu kapsul analgetik yang selalu aku bawa kemanapun aku pergi.
ternyata obat oral tidak banyak membantu lagi. aku putuskan untuk pakai analgetik iv. aku coba dengan ketorolac iv. mas made yang tengah dinas pagi aku mintai tolong untuk menyuntikkannya. itu kira-kira jam setengah satu. tapi setelah suntik pun, rasa sakitnya tidak banyak berkurang. mulai sekitar jam 13.15 aku malah merasakan sakit yang lebih hebat lagi. aku berharap tadinya bisa segera pulang, karena aku sudah tak lagi bisa menahan nyeri. aku masih berharap tidak perlu drip analgetik hari ini, karena tadi kan sudah suntik iv juga. tapi aku tidak kuat. sakit sekali. kawanku bilang wajahku sudah pucat, mungkin akibat menahan nyeri yang teramat sangat. aku benar-benar tidak tahu kenapa tiba-tiba nyerinya langsung teramat sangat seperti itu. biasanya kan tidak langsung sakit begitu.
akhirnya aku putuskan untuk drip analgetik saja. aku minta tolong mas yos yang hari ini dinas siang. mas made yang sudah mau pulang terlihat terkejut melihat aku yang akan dipasang infus. aku katakan, ketorolac nya tak ada efeknya. aku masih merasakan nyeri yang amat sangat.
berhubung siang itu di IGD ramai pasien, akhirnya aku istirahat di kamar jaga perawat. tak terbayang rasanya siang itu. nyeri luar biasa dan rasanya lemas. aku siang itu bahkan sudah pasrah kalau masih tidak berefek juga obatnya, mungkin aku sementara di IGD dulu, lanjut drip analgetiknya. tapi dalam hati aku berdoa, jangan sampai harus rawat inap. jangan sampai.
aku pasti bikin repot siang itu, karena pasang infusnya di belakang (di kamar jaga perawat) jadi tiang infus, alat-alat untuk pasang infus, semua harus dibawa ke belakang. mas made dengan baiknya mencarikan tiang infus, ka iges mondar-mandir mengambil kan jarum abocath. aku benar-benar terharu siang ini. air mata yang menetes sebagian karena menahan nyeri sebagian juga karena menahan rasa haru.
akhirnya mas yos siang itu yang memasangkan infus untukku. aku sudah tak peduli lagi dengan rasa sakit ditusuk jarum infus, sebab dadaku jauh lebih nyeri. waktu ditusuk kedua kali, tiba-tiba saja lampu di IGD padam, membuat proses memasang infus ini jadi lebih terhambat. akhirnya dicoba dengan penerangan senter saja. yang terakhir aku ditemani kak yeti, yang dengan baik hati menemani sembari mengelus kepalaku.
semenjak aku sering sekali merasakan ditusuk jarum, tidak banyak yang pernah menemani atau bahkan mengelus kepalaku seperti yang kak yeti lakukan untukku siang ini, alhasil aku makin terharu. jauh di seberang pulau sana, ada seseorang yang tak pernah menemaniku kalau aku harus merasakan pedihnya ditusuk jarum namun menghakimiku dengan sangat tanpa perasaan. di kota kecil ini, aku malah menemukan orang-orang terbaik.
kak yeti masih sempat menemaniku sebelum akhirnya kembali bertugas, mas yos masih sempat mengambilkan selimut untuk aku jadikan bantal. kak iges pulang ke rumah sebentar dan setelah itu balik lagi menemaniku di IGD.
terakhir, saat aff infus, mas yoga yang melakukannya. masih seperti dulu pertama kali aku datang ke metro, mas yoga masih hobi mem-bully ku. entah kenapa mas ku yang satu ini senang sekali menggodaku. ada-ada saja tingkahnya. tadi aja banyak ritualnya hanya untuk aff infus. duh...
tapi yang jelas, kutuliskan kisah ini di sini, sebab aku tak ingin melupakannya. aku ingin selalu mengingat kebaikan kakak-kakakku semua..
terima kasih mas made, mas yos, mas yoga, ka iges, ka yeti...
Metro, 21 november 2012
Langganan:
Postingan (Atom)

